Senin, 25 April 2016

wisata kampung coklat kota patria

 Wisata kampung coklat BLITAR
        

     Hari sabtu tanggal 6 Februari 2016 aku bersama saudara berlibur untuk mengisi liburan perkuliahanku. Tujuan sore itu yaitu pengunjungan wisata kampung coklat Blitar. Lokasinya tak jauh dari rumah saudara yaitu di daerah BTN Tlogo dan lokasi yang kita tuju beralamatkan di Jl. Banteng - Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT 01 / RW 06, Kademangan, Blitar, Jawa Timur 66161, Indonesia. Jarak yang kami tempuh juga tak begitu jauh dengan waktu yang tak lama sekitar 10 menit serta kondisi jalanpun mudah di akses oleh transportasi apapun (lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya) hehe.
      Sesampainya di lokasi, tujuan pertama kita adalah parkir. Parkirpun tak terlalu jauh dengan lokasi karena tempat parkirnya bersampingan langsung dengan pintu masuk akan terkecuali untuk kendaraan roda 4 . Telah dibuatkan juga tempat parkir di luar seperti di rumah-rumah warga yang memiliki halaman sedikit luas, selain untuk roda 2 juga diperuntukkan untuk roda 4. Hal ini untuk mengantisipasi disaat kondisi wisata yang membludak pengunjung.
    Setelah itu kita memasuki pintu utama kampung coklat tsb. Untuk awal, Pengunjung akan di sambut dengan gallery utama dan figura mengenai sejarah berkembangnya kakao di indonesia maupun sampai di daerah plosorejo tersebut. 
    Setelah melewati lorong ini, kita akan melihat gerbang "Welcome to Kampung Coklat". Sebelumnya di sekitar loket masuk kampung coklat  pengunjung bisa melihat biji kakao yang di jemur untuk di olah. Naah, kemudian  pengunjung ambil kupon masuk sebesar Rp. 5000,-/ orang. Wisata ini dibuka untuk umum mulai jam 08.00-17.00 WIB.











     Sebelumnya aku akan menceritakan sedikit sejarah mengenai kampung coklat ini. Aku perkenalkan pimpinan wisata kampung coklat sekaligus pendiri kampung ini. Beliau adalah Bapak Kholid Mustofa. Awal karirnya yaitu ternak ayam. Sekian lama menekuni karir tersebut lambat laun sekitar tahun 2004 ketika peternakan ayam petelur milik beliau mengalami kerugian besar akibat terjangkit virus Flu Burung. Kemudian beliau memutar otak sedemikian rupa untuk mengurangi kerugian tersebut. Hal ini juga sebagai tuntunan ekonomi keluarga beliau. Waktu demi waktu berlalu Beliau terinspirasi dengan tanaman kakao yang telah di tanami di kebunnya sekitar 750 m2. Kemudian beliau mencoba berwirausaha penjual kakao. Dengan hasil yang di rasa tidak rugi apalagi tanaman yang selama ini beliau tidak rawat dengan masksimal sehingga dapat membuahkan hasil. Akhirnya beliau mencoba memfokuskan kebun kakao tersebut dengan magang di PTPN XII Blitar dan Pusat Kota Jember.  
    Setelah mengikuti magang di PTPN XII Blitar dan Pusat Kota Jember, akhirnya beliau menekuni budidaya kakao dengan mengajak beberapa rekan yang kemudian membentuk Gapoktan Guyub Santoso. Gapoktan Guyub Santoso berdiri sejak 1 Januari 2005. Pada perkembangannya Gapoktan Guyub Santoso membentuk badan hukum UD, CV dan KSU yang kesemuanya bernama Guyub Santoso dan bergerak di bidang pemasaran biji Kakao baik di pasar regional, nasional maupun ekspor. Gapoktan Guyub Santoso melakukan pengembangan dengan memulai memproduksi olahan coklat sejak tahun 2013. Coklat dengan cita rasa original ber-merk GuSant menjadi produk unggulan Guyub Santoso.
     Setelah  membeli tiket, kita dapat masuk kedalam area wisata. Disana kita akan di manjakan oleh kebun kakao yang rindang. Tidak hanya itu kita dapat mampir di gallery II, yang mana gallery ini lebih luas daripada gallery I di pintu pertama tadi. Pelanggan dapat leluasa memilih produk2 coklat yang telah di sediakan seperti chocholate original, chocholate apple, chocholate mint, chocholate crispy, chocholate milk, dodol coklat, coklat bubuk, geti coklat, brownies coklat, gantungan kunci, kaos, tas dsb. Aneka makanan khas coklat ini dikemas dengan berbagai pilihan, pengunjung dapat memilih kemasan plastik, toples maupun dalam bentuk parcel. Pelanggan juga tak perlu khawatir dengan rasanya. Disana telah disediakan tester untuk percobaan awal, sehingga pelanggan tidak akan ragu dengan produk yang mereka beli.

      Kemudian perjalanan selanjutnya ada ruangan khusus untuk beljar menghiasi coklat (cooking claas). Disini pengunjung di kenai biaya untuk mengikuti program ini. Pengunjung dapat mendaftarkan diri di loket pengambilan tiket.Setelah keluar/melewati cooking class kita akan di suguhkan dengan sofa2 untuk bersantai dan kebun kakao yang rindang.
     Selanjutnya di sebelah kiri ada tempat khusus untuk bibit kakao, kita juga dapat melihat berlangsungnya proses pembuatan coklat (akan tetapi hanya melihat dari kaca karena wisatawan dilarang masuk di lokasi proses pembuatan coklat tsb) , sampingnya lagi ada tempat wahana bermain anak-anak. Selain itu juga telah disediakan pula kolam yang berisi ikan-ikan kecil, pengunjung dapat merasakan terapi ikan dengan membayar Rp. 5.000,-/orang dengan fasilitas bantal dan handuk. Ada juga wahana untuk menghibur para pengunjung Dan di sebelah selatan panggung juga telah berdiri sebuah gazebo besar. Wisata Kampung Coklat pun sekarang menyediakan stand khusus penjualan ikan hias kecil dan tanaman kaktus dengan harga yang bervariasi.


















     Di lokasi wisata ini pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai makanan khas Kampung Coklat, diantaranya adalah minuman coklat, mie coklat, nasi coklat ayam goreng rempah, soto ayam kampung, bakso, jagung bakar, dan berbagai masakan khas jawa ada disini. Wisatawan muslim tak perlu khawatir karena disini juga telah disediakan fasilitas musola, kamar mandi. Tak lupa juga disini telah di siapkan tempat untuk berselfi terutama di kalangan muda. Disini ada 3 backdrop untuk berselfi dan juga wifi untuk pelanggan yang ingin browsing sesuatu atau bahkan mengupdate wisata kampung coklat ini ke dunia internet. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar