Wisata kampung coklat BLITAR
Hari sabtu
tanggal 6 Februari 2016 aku bersama saudara berlibur untuk mengisi liburan
perkuliahanku. Tujuan sore itu yaitu pengunjungan wisata kampung coklat Blitar.
Lokasinya tak jauh dari rumah saudara yaitu di daerah BTN Tlogo dan lokasi yang
kita tuju beralamatkan di Jl. Banteng - Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT 01 /
RW 06, Kademangan, Blitar, Jawa Timur 66161, Indonesia. Jarak yang kami tempuh
juga tak begitu jauh dengan waktu yang tak lama sekitar 10 menit serta kondisi
jalanpun mudah di akses oleh transportasi apapun (lebih baik daripada
tahun-tahun sebelumnya) hehe.
Sesampainya
di lokasi, tujuan pertama kita adalah parkir. Parkirpun tak terlalu jauh dengan
lokasi karena tempat parkirnya bersampingan langsung dengan pintu masuk akan terkecuali
untuk kendaraan roda 4 . Telah dibuatkan juga tempat parkir di luar seperti di
rumah-rumah warga yang memiliki halaman sedikit luas, selain untuk roda 2 juga
diperuntukkan untuk roda 4. Hal ini untuk mengantisipasi disaat kondisi wisata
yang membludak pengunjung.
Setelah itu
kita memasuki pintu utama kampung coklat tsb. Untuk awal, Pengunjung akan di
sambut dengan gallery utama dan figura mengenai sejarah berkembangnya kakao di
indonesia maupun sampai di daerah plosorejo tersebut.
Sebelumnya aku akan menceritakan sedikit sejarah mengenai kampung coklat
ini. Aku perkenalkan pimpinan wisata kampung coklat sekaligus pendiri kampung
ini. Beliau adalah Bapak Kholid Mustofa. Awal karirnya yaitu ternak ayam.
Sekian lama menekuni karir tersebut lambat laun sekitar tahun 2004 ketika
peternakan ayam petelur milik beliau mengalami kerugian besar akibat terjangkit
virus Flu Burung. Kemudian
beliau memutar otak sedemikian rupa untuk mengurangi kerugian tersebut. Hal ini
juga sebagai tuntunan ekonomi keluarga beliau. Waktu demi waktu berlalu Beliau
terinspirasi dengan tanaman kakao yang telah di tanami di kebunnya sekitar 750
m2. Kemudian beliau mencoba berwirausaha penjual kakao. Dengan hasil yang di
rasa tidak rugi apalagi tanaman yang selama ini beliau tidak rawat dengan
masksimal sehingga dapat membuahkan hasil. Akhirnya beliau mencoba memfokuskan
kebun kakao tersebut dengan magang di PTPN XII Blitar dan Pusat Kota
Jember.
Setelah mengikuti magang di PTPN XII Blitar dan Pusat Kota Jember, akhirnya
beliau menekuni budidaya kakao dengan mengajak beberapa rekan yang kemudian
membentuk Gapoktan Guyub Santoso. Gapoktan Guyub Santoso berdiri sejak 1
Januari 2005. Pada perkembangannya Gapoktan Guyub Santoso membentuk badan hukum
UD, CV dan KSU yang kesemuanya bernama Guyub Santoso dan bergerak di bidang
pemasaran biji Kakao baik di pasar regional, nasional maupun ekspor. Gapoktan
Guyub Santoso melakukan pengembangan dengan memulai memproduksi olahan coklat
sejak tahun 2013. Coklat dengan cita rasa original ber-merk GuSant menjadi
produk unggulan Guyub Santoso.
Setelah membeli tiket, kita dapat masuk kedalam area
wisata. Disana kita akan di manjakan oleh kebun kakao yang rindang. Tidak hanya
itu kita dapat mampir di gallery II, yang mana gallery ini lebih luas daripada
gallery I di pintu pertama tadi. Pelanggan dapat leluasa memilih produk2 coklat
yang telah di sediakan seperti chocholate original, chocholate apple,
chocholate mint, chocholate crispy, chocholate milk, dodol coklat, coklat
bubuk, geti coklat, brownies coklat, gantungan kunci, kaos, tas dsb. Aneka makanan
khas coklat ini dikemas dengan berbagai pilihan, pengunjung dapat memilih
kemasan plastik, toples maupun dalam bentuk parcel. Pelanggan juga tak perlu
khawatir dengan rasanya. Disana telah disediakan tester untuk percobaan awal,
sehingga pelanggan tidak akan ragu dengan produk yang mereka beli.
Kemudian
perjalanan selanjutnya ada ruangan khusus untuk beljar menghiasi coklat
(cooking claas). Disini pengunjung di kenai biaya untuk mengikuti program ini.
Pengunjung dapat mendaftarkan diri di loket pengambilan tiket.Setelah
keluar/melewati cooking class kita akan di suguhkan dengan sofa2 untuk
bersantai dan kebun kakao yang rindang.
Selanjutnya di
sebelah kiri ada tempat khusus untuk bibit kakao, kita juga dapat melihat
berlangsungnya proses pembuatan coklat (akan tetapi hanya melihat dari kaca
karena wisatawan dilarang masuk di lokasi proses pembuatan coklat tsb) ,
sampingnya lagi ada tempat wahana bermain anak-anak. Selain itu juga telah disediakan
pula kolam yang berisi ikan-ikan kecil, pengunjung dapat merasakan terapi ikan
dengan membayar Rp. 5.000,-/orang dengan fasilitas bantal dan handuk. Ada juga
wahana untuk menghibur para pengunjung Dan di sebelah selatan panggung juga
telah berdiri sebuah gazebo besar. Wisata Kampung Coklat pun sekarang
menyediakan stand khusus penjualan ikan hias kecil dan tanaman kaktus dengan
harga yang bervariasi.
Di lokasi
wisata ini pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai makanan khas Kampung
Coklat, diantaranya adalah minuman coklat, mie coklat, nasi coklat ayam goreng
rempah, soto ayam kampung, bakso, jagung bakar, dan berbagai masakan khas jawa
ada disini. Wisatawan muslim tak perlu khawatir karena disini juga telah
disediakan fasilitas musola, kamar mandi. Tak lupa juga disini telah di siapkan
tempat untuk berselfi terutama di kalangan muda. Disini ada 3 backdrop untuk
berselfi dan juga wifi untuk pelanggan yang ingin browsing sesuatu atau bahkan
mengupdate wisata kampung coklat ini ke dunia internet.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar